<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Website Kemenag Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat &#187; Bimas Islam</title>
	<atom:link href="/category/bimas-islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kemenag-tanahdatar.info</link>
	<description>Selamat datang di situs resmi Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat</description>
	<lastBuildDate>Fri, 01 Jul 2016 03:08:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.6.1</generator>
		<item>
		<title>Ini Tiga Ciri Pontren</title>
		<link>http://kemenag-tanahdatar.info/ini-tiga-ciri-pontren/</link>
		<comments>http://kemenag-tanahdatar.info/ini-tiga-ciri-pontren/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 May 2015 01:08:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alinardius Yusuf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bimas Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kemenag-tanahdatar.info/?p=2301</guid>
		<description><![CDATA[(Pinmas) – Pondok pesantren yang ada di nusantara kita  ini beragam cirinya,  karena masing-masing kiai memiliki otonomi yang sangat luas dan kewenangan besar ke arah mana pesantrennya dikembangkan. Ada pontren yang mendalami ilmu hadist, tafsir, ilmu alat, dan pada awal tahun 70-an berkembang pontren yang diarahkan pada pengembangan keterampilan dan pertanian. Namun, di antara keragaman [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>(Pinmas) – Pondok pesantren yang ada di nusantara kita  ini beragam cirinya,  karena masing-masing kiai memiliki otonomi yang sangat luas dan kewenangan besar ke arah mana pesantrennya dikembangkan. Ada pontren yang mendalami ilmu hadist, tafsir, ilmu alat, dan pada awal tahun 70-an berkembang pontren yang diarahkan pada pengembangan keterampilan dan pertanian.</p>
<p>Namun, di antara keragaman pontren di Indonesia, setidaknya ada tiga ciri yang dengan mudah kita menemui itu pesantren atau bukan. Demikian dikatakan Menag Lukman Hakim Saifuddin saat me-launching Pendidikan Diniyah Formal (PDF) dan Satuan Pendidikan Muadalah pada Pondok Pesantren  di Pesantren Al-Mubaarak, Manggisan – Wonosobo, Selasa (26/5) malam.</p>
<p>Ciri pertama, ujar Menag, setiap pontren dalam mengembangkan Islam selalu mengajarkan paham Islam yang moderat, tasamuh, Islam wasatiyah yang dikenal dengan Islam Ahlussunnah waljamaah. Kedua, ciri pontren itu dalam melihat, memahami lalu meng-hukumi (membuat hukum) sesuatu dilandasi kesadaran diri bahwa sesungguhnya kita tidak memiliki suatu yang hak mengatakan yang paling benar.</p>
<p>“Ada jiwa besar yang dikembangkan pontren bahwa meskipun kita meyakini bahwa yang kita pegangi itu benar, tapi tetap terbuka kemungkinan pendapat lain di sana ada potensi kebenaran juga. Ada jiwa besar dan nilai yang ditanamkan bahwa kebenaran itu tidak mutlak milik kita saja,” kata Menag.</p>
<p>Menurutnya, ada kebesaran jiwa, hatta seorang ulama besar Imam Syafii mengatakan “meskipun aku meyakini pendapatkulah yang benar, tapi dengan rendah hati ia mengatakan boleh jadi pendapat yang aku yakini mengandung hal-hal yang boleh jadi salah, sebaliknya menskipun pendapat orang lain itu salah, tapi boleh jadi yang aku anggap salah itu di sana termuat ada potensi kebenaran.</p>
<p>Dalam pandangan Menag, itu yang dibangun pontren, sehingga santri dan kiainya tidak mudah menyalahkan orang lain, mengkafirkan sesama. Dan itulah sesungguhnya yang dibangun, karena pada setiap manusia ada keterbatasan diri, sehingga Allah menciptakan keberagaman. Keberagaman adalah anugerah Tuhan, dan karena keterbatasan sehingga bisa saling melengkapi.</p>
<p>Hikmah lain di balik keragaman, lanjut Menag,  adalah memudahkan kita mencari pandangan lain. Cara kita mensikapi keragaman dengan cara tawasut, tawazun, bukan saling menegasikan satu sama lain.</p>
<p>“Keragaman harus dilihat dengan kelembutan dan kasih sayang. Pontren memiliki kontribusi dalam pembentukan karakter Islam,” kata Menag.</p>
<p>Ketiga, pontren pasti mengajarkan santrinya untuk wajib mencintai tanah air.  Ini wujud dari ajaran hubbul wathan minal iman. Hanya di daerah atau negara yang tidak bergolak, yang penuh damai, maka nilai dalam syariat Islam bisa ditegakkan, jadi syarat untuk menunaikan ajaran Islam, adalah kondisi negara yang aman.</p>
<p>“Itulah mengapa cinta tanah air bagian dari iman. Nasionalisme ditanamkan di pontren,” tandas Menag.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kemenag-tanahdatar.info/ini-tiga-ciri-pontren/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rashdul Kiblat</title>
		<link>http://kemenag-tanahdatar.info/rashdul-kiblat/</link>
		<comments>http://kemenag-tanahdatar.info/rashdul-kiblat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 May 2015 02:51:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Alinardius Yusuf</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bimas Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Keagamaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kemenag-tanahdatar.info/?p=2297</guid>
		<description><![CDATA[Kata al-qiblah (kiblat) terulang 4 kali dalam al-Qur’an. Dari segi bahasa qiblah berasal dari kata qabala- yaqbalu berarti menghadap, dalam kamus bahasa Indonesia qiblat diartikan arah ke ka’bah di mekah pada waktu shalat. sedangkandalam ensiklopedi hukum islam qiblat diartikan bangunan ka’bah atau arah yang dituju kaum muslimin dalam melaksanakan sebahagian ibadah. Baitullah /ka’bah merupakan kiblat [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;" align="center">Kata al-qiblah (kiblat) terulang 4 kali dalam al-Qur’an. Dari segi bahasa qiblah berasal dari kata qabala- yaqbalu berarti menghadap, dalam kamus bahasa Indonesia qiblat diartikan arah ke ka’bah di mekah pada waktu shalat. sedangkandalam ensiklopedi hukum islam qiblat diartikan bangunan ka’bah atau arah yang dituju kaum muslimin dalam melaksanakan sebahagian ibadah. Baitullah /ka’bah merupakan kiblat umat Islam ketika hidup dan mati. Sehubungan dengan terjadinya beberapa gempa bumi yang melanda jagat raya yang berakibatkan bergesernya lempeng bumi maka terjadi pergeseran arah kiblat. Untuk itu Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa nomor 03 tahun 2010 tentang kiblat tersebut dengan ketentuan 1) kiblat bagi orang yang shalat dan dapat melihat ka’bah adalah menghadap ke bangunan ka’bah (‘ainul ka’bah) 2) kiblat bagi orang yang shalat dan tidak dapat melihat ka’bah adalah arah ka’bah (jihadul ka’bah).</p>
<p>Berdasarkan tinjauan astronomis atau ilmu falak, terdapat beberapa teknik yang dapat digunakan untuk meluruskan arah kiblat diantaranya adalah menggunakan kompas, theodolit, rasi bintang, matahari dan yang paling mudah adalah saat matahari tepat di atas Ka&#8217;bah (Makkah) yang dikenal dengan istilah Istiwa A&#8217;zam (Istiwa Utama). Di kalangan masyarakat pesantren di Indonesia istilah yang cukup dikenal adalah &#8220;zawal&#8221; atau &#8220;rashdul qiblat&#8221;.</p>
<p>Istiwa adalah fenomena astronomis saat posisi matahari melintasi meridian langit. Dalam penentuan waktu shalat, istiwa digunakan sebagai pertanda masuknya waktu shalat Zuhur. Pada saat tertentu di sebuah daerah dapat terjadi peristiwa yang disebut Istiwa Utama atau &#8216;Istiwa A&#8217;zam&#8217; yaitu saat posisi matahari berada tepat di titik Zenith (tepat di atas kepala) suatu lokasi dimana peristiwa ini hanya terjadi di daerah antara 23,5˚ Lintang Utara dan 23,5˚ Lintang Selatan.</p>
<p>Istiwa Utama yang terjadi di kota Makkah dapat dimanfaatkan oleh kaum Muslimin di negara-negara sekitar Arab khususnya yang berbeda waktu tidak lebih dari 5 (lima) jam untuk menentukan arah kiblat secara presisi menggunakan teknik bayangan matahari. Istiwa A&#8217;zam di Makkah terjadi dua kali dalam setahun yaitu pada tanggal 28 Mei dan 16 Juli pada tahun-tahun biasa. Sedangkan untuk tahun-tahun Kabisat dan setahun berikutnya tanggal ini kadang maju 1 hari (27 Mei dan 15 Juli).</p>
<p>Fenomena Istiwa Utama terjadi akibat gerakan semu matahari yang disebut gerak tahunan matahari (musim) sebab selama bumi beredar mengelilingi matahari sumbu bumi miring 66,5˚ terhadap bidang edarnya sehingga selama setahun terlihat di bumi matahari mengalami pergeseran 23,45˚ LU sampai 23,45˚ LS. Saat nilai azimuth matahari sama dengan nilai azimuth lintang geografis sebuah tempat maka di tempat tersebut terjadi Istiwa Utama yaitu melintasnya matahari melewati zenith lokasi setempat.</p>
<p>Teknik penentuan arah kiblat saat Rashdul Kiblat sebenarnya sudah dipakai lama sejak ilmu falak berkembang di Timur Tengah. Demikian halnya di Indonesia dan beberapa negara Islam yang lain juga banyak menggunakan teknik ini. Sebab teknik ini memang tidak memerlukan perhitungan yang rumit dan siapapun dapat melakukannya. Yang diperlukan hanyalah sebatang tongkat lurus dengan panjang lebih kurang 1 meter dan diletakkan berdiri tegak di tempat yang datar dan mendapat sinar matahari. Pada tanggal dan jam saat terjadinya peristiwa Istiwa Utama tersebut maka arah bayangan tongkat menunjukkan kiblat .</p>
<p>Adapun langkah-langkah rashdul kiblat sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Cocokkan jam yang akan digunakan dengan jam nasional/internasional yakni RRI atau TVRI</li>
<li>Dirikan sebuah tongkat yang tegak lurus terhadap bidang datar</li>
<li>Tepat pukul 16.18 WIB garislah bayang-bayang tongkat tersebut dengan pena/spidol</li>
<li>Garis lurus inilah arah kiblat ditempat yang bersangkutan dan apabila dipanjangkan akan menuju ke ka’bah di mekah</li>
<li>Lihat gambar di bawah</li>
</ol>
<p>Untuk itu kepala kantor kementerian agama kab tanah datar melalui penyelenggara syari’ah mensosialisasikan kepada seluruh pengurus masjid untuk melaksanakan rashdul kiblat se kabupaten Tanah Datar. Semoga kesempatan ini bisa mengakurisasi arah kiblat masjid mushalla dan rumah penduduk amin.. Alinardius</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kemenag-tanahdatar.info/rashdul-kiblat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
